VIVAnews - Mesin
roket Apollo yang telah berhasil membawa astronot ke bulan pada 40
tahun lalu, dianggap sudah hilang setelah jatuh ke laut. Namun, sebuah
ekspedisi swasta yang dipimpin oleh pendiri Amazon.com, Jeff Bezos,
telah berhasil menemukannya.
Roket Apollo itu merupakan proyek
NASA bernama Saturn V yang diluncurkan ke bulan, pada akhir tahun 1960
dan awal tahun 1970. Terdapat lima mesin F-1 besar di Apollo itu. Namun,
Apollo itu jatuh di Samudera Atlantik dan tenggelam di dasar laut.
"Sekitar
satu tahun yang lalu, Jeff Bezos menceritakan rencananya untuk
menemukan kembali mesin-mesin F-1," kata Charles Bolden, Kepala NASA,
dilansir dari
Space, 22 Maret 2013.
Bolden pun menyambut gembira rencana ekspedisi yang akan dilakukan Bezos dan tim.
Pembuktian
Menurut
Jeff Bezos, tujuan dari ekspedisi ini adalah untuk membuktikan bahwa
pengiriman manusia ke bulan bukan sebuah fiksi, seperti yang
diperdebatkan selama ini. (Klik juga
Video Pendaratan di Bulan, Asli atau Palsu?)
"Kami
menemukan begitu banyak taman patung dari mesin-mesin F-1 di dasar
laut. Bisa dibayangkan kecepatan mesin itu ketika jatuh hingga menancap
di dasar laut," kata Bezos.
Dengan menggunakan kendaraan bawah
laut Remotely Operated Vehicles (ROV), Bezos menemukan tumpukan mesin
F-1 di kedalaman 4.270 meter.
"Sangat sulit menemukan mesin-mesin
itu, mereka (mesin-mesin) sudah terkubur di dasar laut sejak 40 tahun
lalu. Apalagi kandungan air garam sudah menggerogoti mesin-mesin itu,"
jelasnya.
Setelah hampir tiga minggu melacak keberadaannya, jejak
roket itu pun akhirnya dibawa ke Pelabuhan Cape Canaveral, di Florida,
Amerika Serikat untuk direstorasi dan ditampilkan ke publik nantinya.
Restorasi
Potongan-potongan
mesin Apollo itu rata-rata sudah kehilangan nomor seri, sehingga sulit
untuk diidentifikasi. "Kami butuh waktu yang lama untuk merestorasinya,
karena sulit memulihkan kembali mesin-mesin itu," kata Bezos.
Dia menjelaskan, saat ini tim sedang berusaha menghilangkan korosi akibat dari kandungan air garam.
"Kami berjanji akan menampilkan mesin-mesin itu dalam keadaan yang lebih baik," ucap pria yang didaulat sebagai salah satu
pengusaha teknologi terkaya di dunia versi Forbes itu.
"Mesin-mesin
akan menceritakan kisah yang sebenarnya. Bagaimana mesin itu jatuh dari
luar angkasa, dengan kecepatan kurang lebih 5.000 kilometer per jam ke
dasar laut. Temuan ini merupakan artefak bersejarah dari teknologi
mengirimkan manusia ke bulan," jelasnya.
Setelah direstorasi
mesin-mesin dari roket Apollo ini akan menjadi milik NASA dan dipamerkan
kepada publik di Smithsonian's National Air and Space Museum di
Washington DC, Amerika Serikat.