Latest Post
Tampilkan postingan dengan label MODERN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MODERN. Tampilkan semua postingan

Pria Lebih Banyak Habiskan Uang Untuk Perawatan Diri Sebelum Bercinta

Written By Unknown on Kamis, 21 Maret 2013 | 16.45


Jakarta, Jika perempuan rajin berdandan sebelum bercinta, itu sudah biasa. Kalau laki-laki yang rajin berdandan, sekarang memang mulai banyak ditemui. Yang mengejutkan, ternyata laki-laki mau menghabiskan uang banyak untuk persiapan bercinta dibanding perempuan.

Hasil survei yang dilakukan situs MSN.co.uk menemukan bahwa laki-laki menghabiskan uang rata-rata, £ 46,79 atau sekitar Rp 688 ribu untuk perawatan diri sebelum bercinta. Dibanding perempuan, biaya yang diperlukan lebih sedikit, yaitu rata-rata £ 41,79 atau sekitar Rp 615 ribu.

Uang tersebut paling banyak dibelanjakan untuk membeli produk seperti krim penghilang rambut, sprei baru dan lingerie. Ketika ditanya alasannya, sekitar 55 persen dari 2.000 orang responden mengaku merasa ada tekanan sosial untuk tampil cantik atau gagah ketika tanpa busana.

"Sangat menarik menemukan laki-laki lebih banyak menghabiskan uang untuk persiapan kencan daripada perempuan. Saya mendengar dari banyak orang bahwa mereka merasa ada tekanan untuk membuat teman kencannya terkesan," kata Dr Pam Spurr, pakar hubungan MSN.co.uk seperti dilansir Female First, Kamis (21/3/2013).

Untuk membuat teman kencannya terkesan, sekitar 28 persen laki-laki akan membeli celana dalam baru. Ada juga yang merawat bulu kemaluan dan membeli sprei baru. Lucunya, hal yang tampaknya dianggap begitu penting oleh laki-laki ternyata dianggap paling tidak penting oleh perempuan.

Misalnya, kebanyakan perempuan yang disurvei menjawab bahwa celana dalam jelek yang dipakai laki-laki tidak akan membuat gairah bercintanya surut. Namun untuk seprei yang kotor, ternyata hal ini yang membuat perempuan seketika malas bercinta.

Bagi perempuan, hal yang paling penting dilakukan sebelum bercinta adalah mencukur bulu kaki, diikuti dengan membeli lingerie dan bikini. Di satu sisi, yang membuat gairah bercinta laki-laki menciut malah terlewatkan. Mencukur bulu-bulu halus serupa kumis tidak masuk dalam daftar perawatan yang dilakukan perempuan sebelum bercinta.

Padahal bagi laki-laki, 'kumis' pada perempuan adalah salah satu hal yang paling dapat memadamkan gairah seksual. Meski demikian, laki-laki maupun perempuan dalam survei mengaku bahwa hal yang dapat membangkitkan gairahnya adalah kepribadian pasangan, diikuti dengan kepercayaan dirinya.

Viagra Berpotensi Cegah Obesitas

Penulis : Unoviana Kartika | Senin, 21 Januari 2013 | 09:30 WIB
 
Kompas.com – Sildenafil atau yang lebih dikenal dengan merk dagang Viagra diketahui tidak hanya memiliki efek untuk meningkatkan kejantanan para pria di ranjang tetapi juga manfaatnya untuk kesehatan secara umum. Studi terbaru menyebut obat antiimpotensi ini mungkin bisa mencegah obesitas.
Para peneliti menemukan bahwa Viagra dapat mengkonversi sel lemak putih yang tidak diinginkan menjadi lemak krem. Lemak krem tidak akan disimpan terlalu lama di tubuh, melainkan segera dibakar. Inilah yang dapat menghilangkan tumpukkan lemak di tubuh Anda.

Penelitian yang dipublikasi dalam Journal of the Federation of American Societies for Experimental Biology ini mengungkapkan bahwa selain berpotensi mengurangi obesitas, zat ini pun dapat mengurangi risiko komplikasi lain yang disebabkan oleh obesitas penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Pemimpin studi Profesor Alexander Pfeifer, dari Universitas Bonn, mengatakan: "Sildenafil tidak hanya mampu meminimalisir masalah ereksi, tetapi juga dapat mengurangi risiko kenaikan berat badan yang berlebihan."

Pfeifer dan timnya meneliti tentang efek dari Viagra terhadap tikus selama 7 hari. Hasilnya tikus-tikus menjadi resisten terhadap obesitas meskipun telah diberi makan tinggi lemak. "Efek yang cukup menakjubkan," kata peneliti Ana Kilic.

Peneliti sangat berharap hasil penelitian ini dapat berpotensi untuk melawan obesitas. Selain itu perkembangannya diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker dan diabetes.

Meskipun demikian, para peneliti mengakui bahwa penelitian ini masih skala laboratorium, sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut. Tim mengatakan implikasi akan perlu dibuktikan dalam studi tambahan. "Kami sedang dalam tahap penelitian dasar, dan semua studi telah secara eksklusif dilakukan pada tikus," ujar Pfeifer.

Dokter di Indonesia Andalkan Internet

Dokter di Indonesia Andalkan Internet

Shutterstock
Ilustrasi dokter menggunakan gadget untuk mencari informasi melalui internet
JAKARTA, KOMPAS.com - Internet dewasa ini sudah menjadi andalan bagi siapapun yang mencari informasi, termasuk informasi di bidang kesehatan. Bahkan, dokter sebagai pakar di bidang kesehatan pun menggunakan internet untuk membantu menentukan diagnosa dan pengobatan penyakit, serta kesehatan umum.
4 dari 5 dokter di Jakarta menjadikan internet sebagai sumber informasi utama yang berhubungan dengan profesi mereka
Survei yang dilakukan oleh Edelman Indonesia bekerja sama dengan Unit Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FKUGM) mengatakan, sebanyak 64 persen responden lebih memilih internet sebagai sumber informasi terkait pekerjaan atau profesi medis mereka.

"Praktisi kesehatan Indonesia beralih ke konten digital untuk pencarian dan pendalaman informasi mengenai diagnosa," ujar Vice Chairman dan Head of Consulting Edelman Indonesia Bambang Chriswanto dalam peluncuran Edelman Healthcare Professional Survey 2013, Selasa (19/3/2013), di Jakarta.

Responden terdiri dari 421 praktisi kesehatan di 4 kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan, 44 persen di antaranya merupakan dokter spesialis dan 56 persennya merupakan dokter umum. Responden yang dipilih telah melakukan praktik lebih dari 3 tahun. Jika dikelompokan berdasarkan kota, maka 4 dari 5 dokter di Jakarta menjadikan internet sebagai sumber informasi utama yang berhubungan dengan profesi mereka.

Sedangkan untuk kota 3 kota lain yaitu sebanyak 3 dari 4 dokter. Selain internet, sumber lain yang dijadikan pilihan praktisi kesehatan bagi informasi baru diagnosa adalah forum ilmiah yaitu sebanyak 75 persen, text book 26 persen, majalah ilmiah 26 persen, majalah umum 7 persen, medical representative 4 persen, surat kabar 2 persen, dan media penyiaran 1 persen.

Menurut dokter sekaligus peneliti dari Unit Kesehatan Masyarakat FKUGM Lutfan Lazuardi, informasi kesehatan terkini di Indonesia masih kurang tersedia, sehingga internet merupakan salah satu sarana yang baik dalam memperkaya informasi kesehatan terkini yang dapat menunjang diagnosa.

"Informasi dari internet perlu untuk meng-update pengetahuan kedokteran, namun tentu dari situs yang terpercaya," ujarnya.

Sayangnya, survei belum dapat menunjukkan situs apa saja yang menjadi andalan dokter-dokter di Indonesia saat ini.

Alergi pada Bayi Bisa Dicegah

Alergi pada Bayi Bisa Dicegah


Kompas.com - Alergi bukan cuma dipengaruhi oleh riwayat keluarga karena setiap bayi memiliki risiko alergi sampai 15 persen. Karena itu deteksi dini dan tindakan pencegahan timbulnya gejala sangat penting diketahui.

Anak-anak yang lahir dari orangtua yang memiliki riwayat alergi, baik salah satu atau kedua orangtuanya, beresiko tinggi menderita alergi juga.

"Pada bayi yang termasuk beresiko tinggi itu perlu dilakukan tindakan pencegahan. Pencegahannya harus sangat dini atau terlambat sama sekali," kata Prof.Urlich Whan, pakar bidang Pneumonolgy dan Allergology dari Jerman dalam acara bertajuk Pencegahan Alergi Primer dan Dampak Ekonomi di Jakarta (19/3/13).

Urlich menjelaskan pentingnya pencegahan primer bahkan sebelum bayi lahir. "Ibu hamil, terlebih jika ada riwayat alergi, harus menghindari paparan asap rokok," katanya.

Asap rokok, menurut Dr.Zakiudin Munir, Sp.A(K), konsultan alergi dan imunologi dari FKUI/RSCM Jakarta, bisa merusak barier di plasenta.

"Selain itu asap rokok juga akan mengganggu pertumbuhan paru pada janin sehingga anak kelak akan beresiko asma. Zat-zat dalam rokok juga merangsang sitokin-sitokin dalam tubuh sehingga memicu alergi," kata Zakiudin.

Calon ibu yang memiliki alergi tidak disarankan melakukan pantang makanan demi mencegah alergi pada bayinya. "Tidak direkomendasikan untuk berpantang makanan saat hamil karena bisa mengganggu pertumbuhan janin," kata Ulrich.

Setelah melahirkan, bayi sebaiknya diberikan ASI eksklusif. "ASI mengandung protein dari ibu sendiri sehingga tak akan ditolak tubuh. Selain itu ada zat-zat dalam ASI yang meningkatkan imunitas bayi," imbuh Zakiudin.

Ia menambahkan, berpantang makanan pencetus alergi pada ibu menyusui baru dilakukan jika bayi sudah menderita alergi. "Kalau bayi belum ada gejala alergi sebaiknya tak perlu pantang supaya mutu ASI bagus," katanya.

Pada bayi yang tidak bisa mendapatkan ASI, pemberian susu terhidrolisis parsial atau susu dengan protein yang sudah dihidrolisis, bisa mencegah risiko alergi.

"Susu yang terhidrolisis parsial akan membantu tubuh mengenali protein dalam susu tetapi tidak mencetuskan alergi," kata Ulrich.
 
Support : Creating Website | bosoncho Template | bosoncho
Copyright © 2011. BOSONCHO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by moh ina royana
Proudly powered by Blogger