Latest Post
Tampilkan postingan dengan label OTOMOTIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OTOMOTIF. Tampilkan semua postingan

Test Ride Honda Verza 150, Ringan Tembus 50 Km/Liter

Written By Unknown on Senin, 25 Maret 2013 | 21.13


Yuk jalan-jalan naik Verza 150. Motor sport entry level dari PT Astra Honda Motor (AHM) ini kabarnya didesain untuk mereka yang naik kelas dari bebek ke sport. Apa bener? Ketika mencoba di sesi first ride setelah launching, terbatas lokasi sehingga tidak bisa merasakannya dengan maksimal.

Kini kita coba jalan-jalan dalam simulasi berkendara harian. Tujuannya membuktikan kalau motor ini memang mudah dikendarai seperti bawa bebek. Yuk.. Tarik bro..!!!

Desain dan Fitur

Panel indikatornya memang sangat minimalis, aneh rasanya naik motor sport tanpa takometer tapi begitulah Verza 150. Sedang speedometernya ditunjukan dalam bentuk analog dan sangat mudah dilihat.

Satu kekurangan pada panel indikator ini adalah lampu indikator netral yang nyalanya kurang terang di bawah terik matahari. Sukar memastikan sudah netral atau belum. Selebihnya tidak ada masalah, panel digitalnya yang menunjukan volume bensin, odometer dan tripmeter tetap memiliki visibilitas baik.

Oiya, jok belakang ternyata lebih rata, beda dari New MegaPro yang agak sedikit nungging. Ternyata sengaja dibuat untuk memudahkan membawa barang. "Karena di segmen ini juga banyak yang menggunakannya sebagai kendaraan niaga," jelas Sarwono Edhi, Technical Training Development PT AHM.

Handling
Saatnya turun ke jalan raya. Putar kunci kontak ke posisi "on" kemudian starter, suara mesin pun terdengar halus. Sempat juga mencoba kick starternya, tidak terlalu keras dan mesin langsung menyala hanya dengan sekali engkol.

Langsung duduk dan merasakan posisi berkendara motor ini. Setang yang tinggi membuat posisi pengendara tegak dan santai, namun untuk pengendara yang tingginya 165 cm sedikit agak jinjit. Posisi duduk ini benar-benar nyaman dipakai harian.

Melewati Ibu Kota pada siang hari pasti akan menjumpai kemacetan, dari Bekasi ke Gatot subroto hingga Semanggi yang padat pun tak begitu terasa lelah mengendarai Honda Verza 150, hawa panas dari mesin pun tidak begitu berasa.

Saat menyalip mobil di kemacetan terasa sekali bobot motor ini ringan. Aksi belok patah bisa dilakukan dengan mudah. Terbantu juga oleh setang kemudinya bisa belok patah. Saatnya menjumpai tikungan yang manis, rebah bersama Verza 150 di kecepatan 80km/jam tetap dirasa stabil.

Namun sayangnya saat melewati jalan rusak dan polisi tidur, suspensi belakang dirasa keras bantinganya. Tapi saat boncengan, baru deh rebound-nya terasa nyaman. Mungkin sengaja dibuat keras untuk menahan beban berat ketika membawa banyak barang.

Performa

Mesinnya memang sama dengan Honda New MegaPro, namun sudah disempurnakan lewat sistem pengkabutan bahan bakar injeksi. Tetap mengusung 150cc, 4-Langkah, SOHC, Silinder tunggal, 5-kecepatan dan telah menggunakan suplai bahan bakar PGM-FI.

Jadi wajar kalau performannya tidak beda jauh dari sang pendahulu.Yuk coba geber! Bermain di gigi 1 sampai 3, hentakannya cukup terasa. Saat jalan yang sepi dan panjang, sempet mencoba top speed dan mentok di angka 115 km/jam. 

Karakter tenaganya jelas responsif di putaran bawah, memang cocok untuk bermacet-macetan atau bawa beban berat. Perpindah gigi pun dirasa halus, kopling juga tidak terasa keras di tangan.


Konsumsi Bahan Bakar
Untuk konsumsi bahan bakar PT AHM mengklaim motor ini mampu mencapai 48 km/liter dengan metode ECE R40. Kami juga mengujinya mengunakan metode sederhana, full to full.

Tes pertama dengan gaya berkendara khas redaksi, lewat rute yang selalu sama dan tidak ada yang namanya eco riding. Berjalan biasa saja, kadang gas sampai metok, kadang juga harus bermacet-macetan. Hasilnya diperoleh konsumsi bahan bakar 41,6 km/liter.

Tes yang kedua, sengaja berkendara dengan gaya yang dimiripkan pada target marketnya. Kami memprediksi, konsumen motor ini adalah orang-orang yang tidak terlalu mementingkan performa, enggak suka ngebut. Jalan pelan saja, yang penting utilitas jadi nomor satu.

Makanya, tes yang kedua kami batasi kecepatan maksimum hanya sampai 60 km/jam. Tapi jarak dan rutenya tetap sama. Hasilnya, konsumsi bahan bakar tembus 50,4 km/liter. Irit juga bro!  (motorplus-online.com) 

Problem Aki Kawasaki Ninja 250, Jika Setrum Hilang Total

Senin, 25 Februari 2013 10:01 WIB
Tips Kelistrikan

Untuk hidupkan mesin Kawasaki Ninja 250R, sipnya pakai electric starter. Tinggal tekan tombol, maka dinamo starter akan lebih ringan memutar engine. Tapi, fungsi elektrik starter nggak akan baik jika performa aki masalah. Terutama jika arus listrik kehilangan atau kurang arus setrum.

Penyebab setrum aki berkurang banyak faktor. Bisa dari kabel positif korslet, ngeground ke masa bodi atau motor lama tidak dipakai. “Tapi, jangan sampai dapat masalah kehilangan setrum tanpa sebab. Ini yang mesti diwaspadai pemilik Kawasaki Ninja 250R,” ucap Anky Heri Setyawan meknik Pro Tuner.

Apalagi cirinya lampu-lampu indikator di panel spidometer tak bersinar semua. Nah, jangan coba-coba motor sampeyan dorong. Gak mau hidup.

“Di motor rakitan tahun 2010-2011, dulu saya sering temui masalah seperti itu. Biasanya ada sepul yang terbakar. Umumnya motor tersebut sering dipakai buat kebut-kebutan dan bukan saat pertama mau dihidupkan. Selain masalah tadi, paling akinya soak,” timpal Nurfaizin dari Brian Motor.

Aki soak pun sama gejalanya dengan mati total. Sebab tidak ada arus setrum yang keluar dari aki untuk dipakai komponen kelistrikan dan pengapian di motor. Seperti di komponen elektrik starter, klakson, sein bahkan komponen pengapian CDI arus DC. Cuma, biar masing-masing part aman dari korslet, di Ninja 250R di lengkapi sekring.

Selain karena umur pakai, aki soak juga bisa dipengaruhi prilaku pemilik motor juga komponen lain. Seperti motor jarang dipakai dan dipanaskan. Atau, yang sudah disebut sebelumnya. Makanya setrum aki cepat berkurang. Terlebih jika tidak dibantu cas alias charge ulang.

Cuma kalau aki masih bagus tapi setrumnya masih tetap mati total, sampeyan jangan panic. Coba cek sekring utama yang letaknya boks sekring tepat di dekat bendik starter. Mungkin sekring kendur atau putus. Sehingga tidak bisa lagi mengalirkan setrum ke komponen kelistrikan dan pengapian.

“Itu seperti sekring utama dari aki untuk disebar ke semua komponen lewat boks sekring di bawah jok. Jika soketnya kendur atau sekring putus, maka tidak ada arus yang keluar,” imbuh Anky di Jl. Mertasari No. 98, Suwung Kangin, Denpasar, Bali.



Macam Merk Aki Ninja 250

Aki Kawasaki Ninja 250R yang punya spek beda dengan motor bebek atau skubek, konon katanya susah didapat dan mahal harganya. So, tak heran jika masih ada pemilik yang mengeluh.

“Aki asli banyak di jual bengkel resmi Kawasaki. Cuma memang lebih mahal karena speknya lebih tinggi dari motor biasa. Yaitu, Rp 900 ribuan. Tapi, aki aftermarketnya juga ada. Seperti merek MF, Toyo dan Motobatt yang dijual sekitar Rp 250 s/d 500 ribuan,” terang Nur di Jl. Bekasi Timur Raya, Km. 18/2C, Pulogadung, Jakarta Timur.

Aki tipe lithium buatan Jepang merek Shorai juga bisa jadi pilihan. Memiliki spesifikasi 12V/18Ah, amperenya terbilang cukup besar. “Jadi tinggal disesuaikan saja,” jelas Marcell, marketing Jiester MotoModification Shop, Jl. Arteri Kelapa Dua No. 5A, Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Kawasaki Ninja 250R, Rekonstruksi Bagian Depan

Rabu, 20 Maret 2013 17:07 WIB
Modif Kawasaki Ninja 250R, 2010 (Jakarta)

Bagi Bagus Wicaksono, kecelakaan yang dialaminya menjadikan pelajaran yang paling berharga. Bukan hanya berharga buat dirinya saja, tetapi juga motornya yang makin berharga. Maksudnya, harga motor jadi melejit. Hehehe... Itu salah satu keuntungannya, Bro!

Kecelakaan yang sampai menabrak tembok rumah itu, mengakibatkan swing arm dan sokbreker depan patah. Parah kan! Meskipun, Bagus sendiri tidak mengalami cedera berat. Itu karena dia berhasil melepaskan diri dari motornya.

"Makanya begitu ke MM Custom, bukan hanya modifikasi yang diinginkan. Tapi, juga rekonstruksi," kenang pria yang juga berprofesi sebagai pilot di maskapai penerbangan Garuda Indonesia ini.

Yohanes Sirait, dari MM Custom yang sangat dekat mengenal pilot Garuda Indonesia ini, lebih berani menawarkan ide kreatifnya. "Ya, karena teman dekat. Saya bisa lebih gila berkreasi," aku pria yang biasa disapa Ucok ini.

Fokus ubahan adalah bagian yang paling parah. Yaitu, bagian depan. Seperti, sokbreker, setang dan lampu depan. Termasuk rangka depan yang juga patah. “Modelnya suka-suka yang bikin,” canda pria yang juga mantan anggota klub Kobatama ini.
Karena fokus di bagian depan, Ucok fokus di penggantian sok depan. Biar terlihat kekar, pilihan jatuh pada sokbreker Aprilia Diablo. Lalu, didukung dengan tampilan setang dari produk yang sama. Sehingga, tidak menyulitkan di soal dudukan. Tinggal plek dari sokbreker sampai setang.
Sebagai penerang, model lampu dipakai standarnya Kawasaki 250 yang baru. Hanya saja, rumah lampu dibuatkan custom dengan bahan karbon kevlar merah untuk menyelaraskan dengan bodi keseluruhan.  

Ucok juga membuat tampilan lain dari yang lain dengan tampilan motor yang ceper, tetapi tetap terlihat elegan. "Biasanya orang bikin tampilan Ninja 250 dengan bodi tinggi. Tapi, buat teman dekat saya ini bermain ceper. Tetap aman kok," tambah Ucok yang buka praktik di  Jl. Radin Inten II No. 138, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Bodi full set ditutup dengan karbon kevlar warna merah. "Sesuai spesialisasi saya pada karbon kevlar, semua bodi ditutup karbon kevlar merah tanpa tambahan lain. Terlihat mulus, bersih, tetapi sangar lewat detail yang ada," tambah Ucok.

Untuk kaki-kaki, Ucok mengandalkan arm Yamaha R6 yang dikombinasi dengan pelek Aprilia RS125. Master rem beserta kaliper aplikasi Tokico dengan slang rem KTC. Cukuplah untuk menggantikan peran rem standar.

"Kecelakaan sebelumnya disebabkan rem blong. Makanya penggantian rem menjadi pekerjaan rumah paling wajib dilakukan. Harus dipastikan aman dan pakem," lanjut Ucok.

Terakhir, saluran buangnya didukung dengan knalpot custom. Demi menunjang kinerja engine, radiator standar juga digusur dan digantikan dengan merek B'Pro.  Lumayan, makin mantap.  (motorplus-online.com)

EcoSport Siap Saingi Rush dan Juke

Selasa, 26 Maret 2013 | 09:55 WIB
  • Sumber : Kompas.com | Author : Asep Candra
    Ford Ecosport
  • Sumber : Kompas.com | Author : Asep Candra
    Kopit Ecosport
  • Sumber : Kompas.com | Author : Asep Candra
    Belakang Ford Ecospsort
  • Sumber : Kompas.com | Author : Asep Candra
    Ford Ecosport
Bangkok, KompasOtomotif - All-New Ecosport, dipastikan akan membuat persaingan di segmen Sport Utility Vehicle (SUV) kompak semakin panas. Selama ini, SUV kompak dikuasai oleh Toyota Rush, Daihatsu Terios dan Nissan Juke. Hal tesebut dikemukan langsung oleh Managing Director PT Ford Motor Indonesia (FMI), Bagus Susanto, di Bangkok kemarin.

"Saya pikir, All-New Ecosport membentuk segmen baru. Kompetitor atau pesaing terdekatnya adalah Nissan Juke, Toyota Rush," ungkap Bagus di sela-sela ASEAN Media Reveal, Senin (25/3/2013), menjelang Bangkok International Motor Show ke-34 di Muang Thong Tani.

Ia yakin, Ecosport yang dilengkapi teknologi Twin Independent Variable Camshaft Timing (Ti-VCT) ini akan mendapat sambutan hangat di pasar Indonesia karena minat konsumen terhadap SUV terus meningkat.

"Segmen  SUV terus tumbuh. Makin banyak pria dan wanita memiliki jenis kendaraan ini. Khususnya bila mempertimbangan kondisi jalan serta banjir. Kendaraan dengan ground clearance tinggi ini, mampu melintasi air sedalam 55 sentimeter. Kami sangat yakin dengan All-New EcoSport ini," tegasnya.

Bagus optimistis, EcoSport di Indonesia bakal  mengulang sukses Ford Fiesta. "Kita punya  kesempatan mengundang lebih banyak konsumen yang selama ini belum mempertimbangkan Ford. Mereka pasti tertarik mencoba EcoSport ini.  Sama dengan saat Ford Fiesta diperkenalkan pada 2010. Melalui Fiesta, kita mendapatkan konsumen baru, yang sebelumnya tak pernah berpikir memiliki Ford," paparnya.

Untuk target penjualan dan kisaran harga, Bagus belum bisa mengungkapkannya.

Berapa Kira-kira Harga Yamaha X-Ride?

Syubhan Akib - detikOto
Sabtu, 23/03/2013 12:11 WIB
Yamaha TTX
Sukabumi - Yamaha Indonesia memastikan diri akan melahirkan skutik crossover, Yamaha X-Ride dalam hitungan hari ke depan. Lalu, berapakah kira-kira harga motor ini nantinya?

Lahirnya Yamaha X-Ride yang di Thailand dikenal dengan nama TTX ini menurut pabrikan berlambang garpu tala karena mereka ingin membuka lahan baru di bisnis motor Indonesia yang masih sangat potensial.

"Masih potensial, pemainnya belum ada," kata Eko General Manager Marketing Communication & Community Development PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Eko Prabowo di Lido, Sukabumi, Jawa Barat.

Motor ini menurut rencana akan resmi diluncurkan di Yogyakarta pada 27 Maret 2013 mendatang. Namun untuk harganya, Eko masih menutup rapat informasi itu.

"Harga belum tahu, karena bos-bos saja sampai sekarang masih rapat (penentuan harga). Tapi kemungkinan harganya di antara Mio dan Xeon," lugas Eko.

Skutik ini sendiri merupakan crossover yang bisa hidup di dua alam karena bisa dibawa di perkotaan dan ber-offroad ringan ini mengambil platform dan basis mesin dari Yamaha Mio J.

Seperti diketahui, Mio J saat ini menggendong mesin injeksi khas Yamaha dengan teknologi Yamaha Racing Technology yaitu YM-JET FI, DiAsil Cylinder dan Forged Piston untuk kinerja mesin yang optimal dalam penggunaan sehari-hari yang membuat akselerasi lebih cepat dan konsumsi bahan bakar lebih irit.

Mesinnya tersebut menggunakan tipe mesin 4-langkah, 2 valve, SOHC, berpendingin kipas dan berkapasitas 115 cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 7,75 PS di putaran 8.500 rpm dengan torsi puncak mencapai 8,5 Nm di 5.000 rpm.
 
Support : Creating Website | bosoncho Template | bosoncho
Copyright © 2011. BOSONCHO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by moh ina royana
Proudly powered by Blogger