Latest Post
Tampilkan postingan dengan label TRADISIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TRADISIONAL. Tampilkan semua postingan

Ini Dia Tumbuhan Paling Erotis Sedunia

Written By Unknown on Senin, 25 Maret 2013 | 20.48

Penulis : Yunanto Wiji Utomo | Kamis, 21 Maret 2013 | 18:48 WIB

KOMPAS.com — Dunia tumbuhan dan jamur begitu beragam. Beberapa tumbuhan hadir dalam bentuk dan warna indah, sementara beberapa yang lain hadir dalam wujud tak biasa.

Di antara beragam tumbuhan dan jamur yang tak biasa bentuknya, ada beberapa yang berbentuk seperti kelamin laki-laki. Tentu, ini dilihat dari sudut pandang manusia. Manusia mungkin akan menganggap tumbuhan itu sebagai yang paling erotis.

Setidaknya, ada empat jenis tumbuhan dan jamur yang memiliki bentuk serupa penis. Tumbuhan dan jamur itu adalah sebagai berikut.

Stinkhorn (Phallus impudicus)

Spesies ini tergolong jamur. Memiliki habitat asli di Eropa dan Amerika Utara, spesies ini telah diketahui keberadaannya sejak berabad lalu. Dalam buku General Histoire of Plants tahun 1597, pakar botani, John Gerard, menyebut spesies ini "pricle mushroom".

Meski berbentuk aneh, ternyata ada orang Perancis dan Jerman yang memakannya. Penelitian G Kusnecov yang dipublikasikan di jurnal The Breast bahkan menyatakan bahwa jamur ini bisa mencegah terjadinya pembekuan darah yang bisa menyebabkan kematian pada penderita kanker payudara.

Kaktus Penis (Echinopsis lageniformi)

Kaktus ini sebenarnya merupakan variasi dari kaktus Bolivia. Tanaman ini bisa tumbuh hingga ketinggian 5-8 meter dengan diameter 15-20 cm. Tanamam ini memiliki warna hijau cerah seperti umumnya kaktus.

Cabai Peter (Capsicum annuum var. annuum)

Cabai ini dipopulerkan oleh Frank X Tolbert dalam acara Dallas Morning Show. Jenis cabai ini tumbuh di wilayah timur Texas dan Meksiko. Ukuran cabai ini mencapai 7-12 cm dengan diameter hingga lebih dari 3 cm ketika matang.

Golongan Amorpophallus

Dari namanya saja, ada kata "phallus" yang berarti penis. Salah satu golongan ini adalah bunga bangkai Amorpophallus titanum. Namun, bukan jenis tersebut yang bentuknya paling mirip dengan penis. Spesies yang paling mirip bentuknya dengan penis adalah Amorphophallus paeoniifolius.

Tiap Rumah di Desa Ini Sediakan Tong Air untuk Cuci Tangan Pakai Sabun

Written By Unknown on Kamis, 21 Maret 2013 | 16.49

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Kamis, 21/03/2013 18:32 WIB


Pemalang, Membiasakan diri untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada kondisi-kondisi tertentu kadang masih diabaikan oleh masyarakat. Tapi hal itu tidak akan terjadi di Desa Pendowo, Pemalang. Tiap rumah di desa ini menyediakan tong air dan sabun di depan rumahnya untuk menjadi sarana CTPS keluarga.

Ada 1.083 rumah di Desa Pendowo, Kecamatan Bodeh, Kabupatan Pemalang, Jawa Tengah. Ada 1.083 tong air dan sabun pula yang disediakan warga di setiap pekarangan rumahnya. Konsep CTPS sepertinya sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari warga desa Pendowo.

"Cuci tangan sebelum dan sesudah makan, sepulang sekolah, sebelum dan sesudah buang air besar, sepulang bermain, sebelum memegang adik bayi," jawab seorang siswa TPA Al-Furqaan, desa Pendowo, dengan lantang saat ditanya kapan harus mencuci tangannya.

Beda lagi dengan ibu-ibunya. Saat ditanya kapan harus mencuci tangan, para ibu menjawab, "Sebelum menghidangkan makanan, sebelum memegang bayi, sebelum menyuapi bayi, sebelum dan sesudah buang air besar, sebelum dan sesudah makan."

Warga desa Pendowo sadar betul bahwa tindakan cuci tangan pakai sabun yang sederhana, dapat membawa dampak besar pada kesehatan dirinya dan keluarga.

"Ini sudah kami lakukan sejak tahun 2012. Ada 1.083 rumah dan ada 1.083 tong air dan sabun juga di depan rumahnya. Kalau sudah punya kran, dia tidak lagi pakai tong," jelas Acih, dari Pokja (Kelompok Kerja) IV Kecamatan Bodeh, Pemalang, saat berbincang dengan detikHealth, saat kunjungan dalam rangka 'Hari Air Sedunia 2013', Kamis (21/3/2013).

Menurut Acih, tong yang disediakan tidak perlu mahal-mahal. Cukup tong bekas cat yang dilubangi dengan besi panas, diisi air bersih, lalu ditempatkan di depan rumah. Tak lupa juga dilengkapi dengan sabun dan lap kering. Di dekat tong air biasanya juga disediakan tempat sampah.

Dengan menempatkan tong air di depan rumah, artinya akan memudahkan setiap anggota keluarga untuk mencuci tangannya setiap kali akan masuk rumah.

"Jadi kalau anak-anak pulang dari sekolah bisa langsung cuci tangan. Kita taruh juga tempat sampah, jadi kalau habis beli jajan, makan cuci tangan dulu, sesudah makan cuci tangan, lalu buang sampahnya di tempat sampah," tutur Acih.

Memang tidak mudah untuk meyakinkan setiap warga di desa Pendowo untuk mau melakukan praktik CPTS. Menurut Acih, untuk menjadi desa yang sehat tantangannya adalah mengubah perilaku. Sebelumnya, masyarakat belum sadar arti penting cuci tangan yang benar.

Maka Untuk menyosialisasikannya, setiap ada pertemuan desa, seperti pertemuan posyandu, pengajian, kader-kader desa selalu memberikan pengarahan dan contoh tentang pentingnya CTPS yang benar.

Alhasil, di tahun 2012 seluruh rumah tangga yang ada di desa Pendowo, sudah mengerti dan mempraktikkan CTPS. Rencananya, desa ini juga akan diikutsertakan dalam lomba desa PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) tingkat nasional.

Ingin Awet Muda? Tidur Siang Secukupnya



Berita Kesehatan- London: Tidur siang membawa keajaiban, begitulah menurut para peneliti Yunani. Pasalnya berdasarkan penelitian terbaru mereka, seseorang yang menyempatkan waktu untuk tidur siang dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular sebesar 37 persen. Selain itu bahkan masih ada beberapa manfaat tidur siang lainnya.
Laman Geniusbeauty menjabarkan bahwa proses tersebut berlaku, jika seseorang setidaknya melakukan tidur siang selama setengah jam selama tiga kali sepekan. Manfaat lain dari aktivitas tidur siang adalah dapat mempercepat metabolisme tubuh, meningkatkan memori serta membantu menjaga kewaspadaan mental. Bahkan kabar baiknya bisa mencegah penuaan.
Bukan suatu kebetulan, jika kita merasa mengantuk di sore hari. Hal itu sebenarnya pertanda bahwa tubuh Anda perlu waktu untuk bersantai. Namun aktivitas yang terlalu padat, tak memungkinkan untuk tidur siang sejenak. Sehingga kebanyakan orang menyiasatinya dengan bantuan kopi atau permen. Padahal dengan tidur siang, produktivitas kerja Anda pastinya akan jauh lebih baik ketimbang dengan menahan rasa kantuk menggunakan bantuan makanan atau minuman.
Sejalan dengan para peneliti Yunani, para ahli dari Selandia Baru juga melakukan aktivitas ilmiah serupa kepada pengendali lalu lintas udara malam hari. Hasilnya, para pekerja yang tidur siang singkat sekitar 40 menit justru melakukan tugas mereka lebih baik daripada mereka yang tidak tidur siang.
Bahkan tokoh-tokoh besar seperti Albert Einstein, Leonardo da Vinci, dan Nikola Tesla juga kabarnya menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan mereka.
Tidur siang yang baik umumnya dilakukan antara pukul 13.00 hingga 15.00 sore. Namun para dokter menyarankan, tidur siang hanya selama 45 menit. Karena jika terlalu lama tidur siang, maka Anda akan bangun dengan kepala terasa berat. (Vin)
liputan6.com
 
Support : Creating Website | bosoncho Template | bosoncho
Copyright © 2011. BOSONCHO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by moh ina royana
Proudly powered by Blogger